POLITIK HUKUM INDONESIA KAITANNYA DENGAN PENERAPAN HUKUM ISLAM

 
 Dalam sebuah perjalanan pemerintah atau Negara , hukum tidak dapat dipisahkan dengan politik. Disatu sisi hukum itu dibuat sesuai dengan keinginan para pemegang kebijakan politik, sementara disisi lain para pemegang kebijakan politik harus tunduk dan bermain politik berdasarkan aturan hukum yang telah ditetapkan oleh lembaga yang berwenang. Oleh karena itu antara politik dan hukum terdapat hubungan yang sangat erat dan merupakan “two faces or a coin” (dua sisi mata uang).
Selanjutnya yang dimaksud dengan politik hukum Indonesia adalah legal policyyang dilaksanakan secara nasional oleh pemerintah Indonesia yang meliputi pembangunan hukum yang berintikan pembentukan dan pembaharuan terhadap materi-materi hukum agar dapat sesuai dengan kebutuhan serta pelaksanaan hukum yang sudah ada. Menurut Mahfud MD bahwa hukum merupakan produk politik, sehingga karakter produk hukum sangat ditentukan oleh perimbangan kekuatan politik (konfigurasi politik) yang melahirkan.
Dalam perkembangan hukum di Indonesia, terutama yang menyangkut perkembangan penerapan hukum Islam, hukum Islam mengalami pasang surut mengikuti arah politik yang ada pada waktu itu. Apa sesungguhnya yang menjadi keinginan dan tujuan para pemegang kekuasaan, baik kekuasaan pemerintah maupun kekuasaan pejabat politik, maka penerapan hukum Islam itu diarahkan kepada kebijakan tersebut. Pada masa pemerintahan Belanda misalnya, ada sebuah teori yang sangat berpengaruh bagi Pemerintah Kolonial Belanda didalam pembentukan hukum di Indonesia yang dikenal dengan teori receptie. Pengaruh teori receptie ini masih melekat pada masa awal kemerdekaan atau pada masa pemerintahan orde lama, dan bahkan sampai pada masa pemerintahan orde baru ( 1967-1998 ).Pada masa Orde Baru ini konsep pembangunan hukum diarahkan pada konsep kesatuan hukum nasional, dimana hukum agama (Islam) yang dianut mayoritas rakyat Indonesia tidak dengan serta merta dapat dijadikan sebagai hukum yang berlaku. Beberapa hukum Islam untuk diangkat menjadi materi hukum membutuhkan kerja keras dari umat Islam, meskipun sebenarnya hukum itu hanya diberlakukan bagi pemeluknya. Hukum Islam sekalipun merupakan the living law yang secara konsep ilmu hukum seharusnya diterapkan, namun oleh Pemerintah Orde Baru, hukum Islam dilihat sebagai ajaran agama yang tidak mengakar kebumi, karenya cukup dipahami bukan untuk diterapkan.
Selanjutnya pada masa reformasi (1999 – sekarang), politik hukum Indonesia sebagaimana tercantum dalam GBHN 1999-2004 antara lain berisi menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan menghormati hukum agama dan hukum adat serta memperbaharui perundang-undangan warisan kolonial dan hukum nasional yang diskriminatif, termasuk ketidak adilan gender dan ketidak sesuaiannya dengan tuntutan reformasi melalui program legislasi.
Bertitik tolak dari GBHN diatas, maka politik hukum Negara Republik Indonesia dewasa ini tidak lagi dipengaruhi oleh teori receptie yang oleh Hazairin disebut sebagai teori Iblis, tetapi justru menghendaki berkembangnya kehidupan beragama dan hukum agama (Islam) dalam kehidupan hukum nasional. Negara Indonesia yang berfalsafah Pancasila, melindungi agama dan penganut agama, bahkan berusaha memasukkan ajaran dan hukum agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammad Hatta salah seorang The Founding Father menyatakan, dalam pengaturan Negara hukum Republik Indonesia syari’at Islam yang berdasarkan al-Qur’an dan Hadits dapat dijadikan peraturan perundang-undangan Indonesia. Meskipun teori receptie pada pemerintahan saat ini (rezim reformasi) boleh dikatakan tidak berpengaruh lagi dalam politik hukum Indonesia, bahkan dibilang telah mati, namun Prof.Mahadi mengingatkan bahwa kendatipun teori receptie telah mati, namun hantunya masih gentayangan di alam pikiran sarjana hukum Indonesia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Motivasi Hidup 2012



Tak ada yang lebih tajam dari mata hati. Ketika ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Begitu tipis, begitu mengiris.


Berbahagialah orang-orang yang seluruh waktunya dipenuhi kemampuan untuk jujur pada nurani dan tulus mendengarkan suara hati..


Seorang yang memulai usaha sendirinya harus berani menghadapi perubahan yang bakal mengubah seluruh hidupnya. Perubahan itu bisa positif mau pun negatif. Tetapi sebagai langkah awal, para pemula harus memiliki tekad yang kuat untuk mau berubah dan menghadapi segala tantangan yang bakal menghadangnya.


“Kalau badan Anda segar, jadilah militer. Kalau otak Anda pinter, jadilah profesor. Tapi kalau badan Anda seger dan otak Anda pinter, jadilah wirausahawan.”


Sukses memang sulit, tapi lebih sulit kalau tidak sukses, tidak mencoba & tidak belajar !

Pintar nyari masalah juga harus pintar nyari solusi dan membuat orang yang dimasalahi berdamai dengan cepat,agar bisa melanjutkan keselarasan diantara kedua belah pihak.

Berbisnis memang ada bahayanya, tetapi bila kita duduk saja (TANPA ACTION) menunggu rejeki nomplok, yang datang adalah kegagalan. Maka jangan ragu-ragu, maju terus segera ACTION jadi PENGUSAHA !!!

Hadapi, hayati & nikmatilah perjuangan Anda, karena sesudah kesulitan ada banyak kemudahan

Tidak ada salahnya KULIAH sambil USAHA tuk menjadi WIRAUSAHA...

Seribu langkah tidak akan ada tanpa adanya satu langkah pertama. Garis panjang hanyalah merupakan kumpulan dari titik-titik...

Untuk meraih kesuksesan dalam suatu usaha, kita memang harus bekerja keras. Tapi, banyak bukti yang sudah membuka mata kita bahwa kerja keras ternyata belumlah cukup untuk memberikan kesuksesan di jaman yang sangat keras ini.


Rumus 3KCD: (Kerja Keras + Kerja Cerdas + Doa) = SUKSES

Orang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang sukses adalah orang yang paling banyak gagal namun terus bangkit dari kegagalan...

Jika anda dapat mempercayai impian anda, maka anda sudah setengah jalan dalam mencapainya.

Pengalaman adalah guru yang berharga sekaligus investasi bagi kita. Terkadang untuk memperoleh pengalaman harus diperoleh dengan harga yang tinggi.


Ingat kegagalan dalam mengelola bisnis harus dijadikan modal kembali untuk membuat bisnis yang lebih baik tentunya dengan cara mengingat pengalaman sendiri dilanjutkan dengan memperhatikan pengalaman orang lain..

Orang pandai kalau disuruh menangkap ikan dipastikan ikannya akan tertangkap dengan cara dan kemampuan yang dimilikinya.


Bersambung…

Kumpulan Motivasi Hidup Terbaru # 2

Kumpulan Motivasi Hidup Terbaru # 3

Kumpulan Motivasi Hidup Terbaru # 4

Kumpulan Motivasi Hidup Terbaru # 5

 
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Universitas Terbaik Menurut Pak Topik



Dalam artikelnya yang berjudul Universitas Terbaik, Pak Topik menuliskan:

Terbaik, merupakan sebuah harapan, menuntut ilmu di Universitaspun adalah harapan bagi setiap insan, harapanpun sirna apabila datang kemalasan, alangkah bahagia orang yang kuliah di universitas terbaik di era modern, setiap kegundahan dan kegalauan akan menjadikan racun.
Karena sandang/gelar terbaik akan sirna apabila muncul rasa malas dan kegalauan, malas dan galau merupakan budaya dari orang-orang yang putus asa terhadap sesuatu hal tindakan, seseorang akan rusak apabila dalam keadaan Malas –malasan
, Ayoo terus perjuangkan universitas terbaik
 ini.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bedanya Sekolah Dasar (SD) di Negeri Jerman dan Indonesia


Semoga dengan fakta-fakta unik berikut ini mampu menjadi inspirasi untuk pola pembelajaran di Indonesia khususnya level SD.

1. Di Jerman, tidak ada persyaratan apapun untuk anak masuk SD (Grundschule) selain usia. 

2. Hampir semua anak masuk SD dengan status belum bisa membaca. Tapi, masuk SD statusnya wajib, jika tidak, maka orang tua melanggar hukum. 
3. Lalu apa yang ditanamkan kepada anak-anak usia SD di Jerman? Ternyata tidak melulu diajarkan ilmu, tapi juga nilai-nilai. 
4. Istilah kerennya, setiap anak SD di Jerman ditanamkan Sekundärtugend(semacam tata-krama, budi pekerti) ala Jerman. 
5. Penanaman nilai-nilai itu berhasil diwujudkan secara konkrit, tidak hanya teori (me-refer ke kasus kejujuran di tanah air). 
6. Tiga di antara nilai-nilai yang mendasar adalah Ordnung, Disziplin, danPünktlichkeit
7. Yang pertama adalah "Ordnung" yang berarti "ketertiban". Kalo ada istilah"ordner" di Indonesia, itu berasal dari kata yang sama. 
8. Tertib disini adalah saat anak dilatih untuk mampu secara mandiri melakukan berbagai hal. 
9. Saat di TK, anak-anak sudah dilatih untuk membereskan sendiri mainannya pasca beraktifitas. Di SD, naik level. 
10. Anak dilatih untuk bisa tertib atas diri sendiri, orang lain, kepemilikan umum, juga terhadap alam. 
11. Penanaman semacam ini memang relatif mudah, karena contoh-contoh jeleknya relatif tidak banyak tersedia, agak berbeda dgn di Indonesia. 
12. Nilai yang kedua adalah Disziplin, artinya bisa ditebak, disiplin. 
13. Contoh berdisiplin disini, antara lain menghargai org lain, pandai memanfaatkan waktu, fokus, dsb. 
14. Misal saat orang lain berbicara, kita mendengar. Dan saat mengerjakan sesuatu, tidak mudah beralih ke hal-hal yang tidak penting. 
15. Artinya, melatih cara belajar yang baik mendapat porsi sangat besar dibanding pelajaran seperti matematika, IPA, IPS, dsb. 
16. Dengan demikian kemandirian anak dalam belajar juga akan terbentuk, sebuah modal penting hingga ia dewasa nantinya. 
17. Nilai ketiga yang ditanamkan adalah Pünktlichkeit, yang berarti "tepat waktu". 
18. Di sini, dibiasakan untuk setiap aktifitas, ada alokasinya. Hingga ke satuan menit. 
19. Misal untuk naik kendaraan umum yang jadwal keberangkatannya sudah ditetapkan. Alokasi waktu berjalan menuju halte juga dihitung. 
20. Antara satu penunjuk waktu dan yang lain di Jerman, bedanya paling-paling  hanya beberapa detik. 
21. Jerman menggunakan gelombang radio untuk menyamakan penunjuk waktu, sebagaimana banyak negara lain. 
22. Sehingga "Ordnung, Disziplin & Pünktlichkeit" adalah ciri khas kebanggaan orang-orang Jerman yang selalu diwariskan kepada anak-anaknya. 
23. Masih ada beberapa yang lain, seperti Ehrlichkeit = kejujuran, Fleiß = produktifitas, Treue = loyalitas, Höflichkeit = kesopanan. 
24. Di samping kompetensi pribadi, ada juga kemampuan bersosialisasi. 
25. Ini mencakup kemampuan bekerja dalam tim, berdiskusi, menangani konflik, keterbukaan, hingga menerima kritik. 
Semoga bermanfaat ...
Sumber: PAI-UMY
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...